Rabu, 29 September 2010

Perbedaan Bahasa GauL dengan Bahasa FB

Bahasa gaul merupakan salah satu cabang dari bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk pergaulan. Istilah ini mulai muncul pada akhir ahun 1980-an. Pada saat itu bahasa gaul dikenal sebagai ‘bahasanya para bajingan atau anak jalanan‘ disebabkan arti kata prokem dalam pergaulan sebagai preman.

Saat ini bahasa gaul telah banyak terasimilasi dan menjadi umum digunakan sebagai bentuk percakapan sehari-hari dalam pergaulan di lingkungan sosial bahkan dalam media-media populer serperti TV, radio, dunia perfilman nasional, dan seringkali pula digunakan dalam bentuk publikasi-publikasi yang ditujukan untuk kalangan remaja oleh majalah-majalah remaja populer. Karena jamaknya, terkadang dapat disimpulkan bahasa gaul adalah bahasa utama yang digunakan untuk komunikasi verbal oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari , kecuali untuk kebutuhan formal. Karenanya akan menjadi terasa ‘aneh’ untuk berkomunikasi secara verbal dengan orang lain menggunakan bahasa indonesia formal.

Beberapa contoh bahasa gaul sebagai berikut;

 AKIKA :Merupakan sandi untuk mengatakan “Saya”. Kata ini pertama kali dipopulerkan oleh kaum waria di tahun 90an, yang dibakukan oleh Debby Sahertian dalam buku Kamus Gaul yang dibuatnya.
 EMBER :Kata ini merupakan plesetan dari kata “Memang Begitu”. Pertama kali dipopulerkan oleh Titi DJ yang secara tidak sengaja menyebut kata ini saat menjawab pertanyaan orang. Sejak itu, kata ini sering digunakan di berbagai kesempatan.

 LEBAY :Merupakan hiperbol dan singkatan dari kata “berlebihan”. Kata ini populer di tahun 2006an. Kalo tidak salah Ruben Onsu atau Olga yang mempopulerkan kata ini di berbagai kesempatan di acara-acara di televisi yg mereka bawakan, dan biasanya digunakan untuk “mencela” orang yang berpenampilan norak.

 JAYUS :Saya tadinya mengira kata ini merupakan singkatan, namun setelah saya telusuri, ternyata bukan. Arti sebenarnya adalah lawakan atau tingkah laku yang maunya melucu tapi tidak lucu. Istilah Jayus populer di tahun 90an dan masih sesekali digunakan di masa kini. Dari cerita mulut ke mulut, konon ada seorang anak di daerah Kemang bernama Herman Setiabudhi yang kerap dipanggil Jayus oleh teman2nya. Jayus sendiri adalah nama ayah dari Herman (lengkapnya Jayus Kelana) yang seorang pelukis di kawasan Blok M. Herman alias Jayus terkenal sebagai anak yang sering melawak tapi lawakannya kerap kali tidak lucu.

 GARING :Kata ini merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “tidak lucu”. Awalnya kata-kata ini hanya digunakan di Jawa Barat saja. Namun karena banyaknya mahasiswa luar pulau yang kuliah di Jawa Barat (Bandung) lalu kembali ke kota kelahiran mereka, kata ini kemudian dipakai mereka dalam beberapa kesempatan. Karena seringnya digunakan dalam pembicaraan, akhirnya kata ini pun menjadi populer di beberapa kota besar di luar Jawa Barat.

 MENEKETEHE :Kata ini sebenarnya berasal dari kata “Mana Kutahu” dan diplesetkan oleh Tora Sudiro sekitar awal tahun 2000an, di acara Extravaganza TransTV. Istilah itu cukup populer dan saat ini cukup sering digunakan orang.


Bahasa facebook sama seperti bahasa SMS (Service Mail Message) yaitu berupa bahasa yang di singkat-singkat. Awalnya mungkin bahasa yang di singkat-singkat ini di maksudkan untuk memperhemat pulsa yang tadinya tidak memungkinkan untuk kapasitas sms terbatas karena dalam 1 kali sms hanya diberikan sekitar 420-450 karakter.
Beberapa contoh bahasa facebook atau bahasa sms;
- Km gi apa artinya kamu lagi apa!.
- Mw k mn artinya mau ke mana!.
- Skrng msk d kmpz j brp artinya sekarang masuk di kampus j berapa!.
- Skrng da d mn artinya sekarang ada di mana!.
- OL d mn artinya online di mana!.

Tapi pada akhir-akhir ini bahasa sms pun tercampur dengan bahasa ALAY. Misalnya seperti ini.
- Gy aps artinya lagi apa. Entah darimana logikanya huruf a menjadi s.
- G403l artinya gaul. Mengapa tidak menulis gaul saja yang sudah jelas lebih efesien.

ALAY : Singkatan dari Anak Layangan, yaitu orang-orang kampung yang bergaya norak. Alay sering diidentikkan dengan hal-hal yang norak dan narsis. Biar norak tapi tetap tampil eksis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar